Pages

Tuesday, May 20, 2014

Kisah Santri dan Bak Mie

Pada suatu malam, ada tiga santri putra jalan-jaan ke pasar, pas kebetulan tidak ada jadwal mengaji. saat itu mereka menghirup aroma sedapnya bakmie goreng. tapi sayangnya mereka tidak punya cukup uang.
"Min coba tanyakan berapa harganya, kalau tidak cukup kita bisa patungan"tanya Paimin.

"Ya bentar, aku tanyakan dulu ya ". beberapa saat kemudian Paimin bincang-bincang dengan bakul bakmi, akhirnya mereka tahu berapa harga bakmi per porsinya."Jo, ternyata harganya enam ribu, aku punya tiga ribu rupiah saja. katanya goreng godog sama saja lho" kata Paimin mantap.  Kebetuan Paino punya dua ribu dan Paijo punya seribu. Akhirnya mereka sepakat patungan membeli  bakmie goreng.
Di saat mie goreng siap saji, panas mongah-mongah, mereka siap makan berjamaah. tapi sebelum makan Paimin  berkomentar. " Eh bro karena ini hasil patungan , maka cara makannya ndak boeh sama, biar adil gitu ". "Ya udah gini aja, mie goreng kita bagi tiga, yang patungan banyak dapat banyak, begitu sebaliknya, setuju!" usul Paijo. " Gak gitu bro, ndak praktis itu" sela Paimin. " gini aja , kita angsung aja makan bersama. caranya gini, aku patungan tiga ribu, aku makan pake tiga jari. nah kau Paino, kau boleh makan pake dua jari. nah kamu Jo, karna cuma patungan seribu, kamu makan pake satu jari. adil bukan, mari kita mulai. Bismillah" . "Oalaah gitu to adil ala santri" gerutu Paijo dalam hati.